Arif Wardiman Lase: Niat Baik Akan Selalu Dilancarkan

Hai hai kawan WPM, selamat hari Rabu malam, yg artinya giliran min cerita ttg anak muda Medan berprestasi menginspirasi. Minggu ini min mau ngenalin Arif, yg udah min recokin buat bagi-bagi cerita inspiratifnya.

Nah, Arif ini baru aja pulang dari Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2016 – Kapal Pemuda Asia Tenggara (The Ship for Southest Asia and Japanese Youth Program/ SSEAYP 43rd). Ia delegasi mewakili Sumatera Utara bersama 27 delegasi lain dari 28 provinsi di Indonesia.

Duh, dengarnya aja min udah minder hehehe. Ceritanya ternyata Arif udah pernah coba program ini sejak 2015, tapi belum lolos. Berbekal pengalaman dan perbaikan diri, Arif dgn pede coba lagi di 2016, dan ia berhasil.

Arif cerita, menjadi satu dari 28 delegasi dan mewakili Indonesia di dunia internasional adalah sesuatu yg sangat membanggakan dan jadi pengalaman berharga untuknya.

“Ternyata orang-orang di luar sana itu cinta sama Indonesia. Masa kita yg orang Indonesia sendiri malah gak cinta sama negara ini?” ujarnya.
.
Perjalanannya kali ini benar-benar membuatnya semakin menyadari bahwa ia memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi lebih untuk Indonesia.

“Indonesia sudah memberangkatkanku, aku gak boleh pura-pura kalau belum diberangkatkan.”

Cara yg Arif tempuh adalah dgn terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial. Selepas kepulangannya dalam program PPAN, ia bersama tiga orang temannya yg lain menginisiasi sebuah kegiatan, Sekolahku, nama kegiatannya.

Ia mengajak siapa saja yang ingin berpartisipasi untuk mendatangi sekolah dasar di Medan untuk berbagi cerita, pengalaman, mimpi dan semangat.

“Tanggapan anak muda Medan juga luar biasa. Buktinya sejak pertama kali kegiatan ini dilaunching, antusias kawan-kawan besar sekali.”

Sebelumnya Arif juga aktif di kegiatan 1000 Guru Medan serta kegiatan-kegiatan sosial yg ia dan teman-teman himpunan mahasiswa Nias di Medan lakukan untuk kampung halaman sejak 2014 silam. Waahh.

Arif percaya, pendidikan adalah kunci, menjadi cara untuk keluar dari garis kemiskinan. Untuk itulah kepedulian terhadap pendidikan harus dilakukan oleh semua orang.

Padahal saat ini banyak yg masih berpikir untuk melakukan sesuatu berdasarkan besar atau tidaknya kegiatan, ada atau tidaknya. Padahal harusnya kalau ada niat dan keinginan, lakukan saja dulu.

“Nanti yang lain-lain akan menyusul kemudian. Akan selalu ada cara dan orang baik yg membantu. Niat baik akan selalu dilancarkan.”

Sekarang Arif sembari tetap aktif dalam kegiatan kerelawanannya, ia juga sedang mempersiapkan untuk melanjutkan sekolah di bidang studi kimia.

Sukses selalu buat Arif, buat semua rencana dan kegiatan baiknya. Yuklah, kawan WPM yg mau kepoin Arif, jangan segan-segan, hehehe

Gimana menurut Kawan WPM?